Memilih absolut filamen pencetakan 3D terbaik

Memilih absolut filamen pencetakan 3D terbaik

Berbagai bahan cetak 3D dapat dilihat pada gambar ini. Mereka tersusun rapi dalam kompartemen berlabel dan memperlihatkan sifat uniknya melalui warna, tekstur, dan transparansi. Ini menangkap esensi dari memilih filamen yang sempurna.

Memilih filament cetak 3D yang tepat sangat penting untuk mencapai cetakan berkualitas tinggi dan hasil yang sukses dalam manufaktur tambahan. Dengan berbagai pilihan yang tersedia, memahami karakteristik unik dan aplikasi berbagai bahan sangat penting. Panduan komprehensif ini bertujuan untuk memberikan pembaca dengan informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan yang tepat, mencakup filamen populer seperti PLA, ABS, PETG, TPU, dan Nylon. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti penanganan filamen, persyaratan pencetakan, dan nosel khusus, pembaca dapat mengoptimalkan upaya cetak 3D mereka dan mencapai hasil yang diinginkan.

Filamen 3D-Printing: Pengantar tentang berbagai jenis dan aspek pentingnya

3D printing telah meningkat popularitasnya dalam beberapa tahun terakhir dan memungkinkan kita untuk membuat objek fisik dari model digital. Salah satu komponen penting dalam 3D printing adalah filament, yang berfungsi sebagai “tinta” atau “bahan cetak” untuk printer. Ada beberapa jenis filament, masing-masing memiliki karakteristik dan aplikasi yang berbeda.

Salah satu jenis filament yang paling umum adalah PLA (Polylactid). Ini adalah bahan yang dapat terurai secara biologis yang terbuat dari pati jagung atau tebu. Filament PLA mudah dicetak dan memberikan kualitas cetak yang baik. Namun, filament ini tidak tahan terhadap suhu tinggi seperti filament lainnya, sehingga tidak cocok untuk aplikasi yang melibatkan suhu tinggi.

ABS (Acrylonitrile-Butadiene-Styrene) adalah jenis filament lain yang populer. Filament ini tahan terhadap suhu tinggi dan memiliki kekuatan yang baik. Namun, filament ABS membutuhkan pemanasan pada plat cetak untuk mencegah deformasi selama proses pencetakan. Selain itu, filament ini mengeluarkan aroma yang kuat saat dicetak, sehingga sebaiknya digunakan di ruangan yang terventilasi baik.

Selain PLA dan ABS, ada banyak jenis filament lainnya seperti PETG, TPU, Nylon, filament kayu, dan filament logam. Setiap material ini memiliki karakteristik unik dan aplikasi masing-masing. Oleh karena itu, penting untuk memilih filament yang tepat sesuai dengan kebutuhan penggunaan.

Dalam penanganan filament, ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan. Pertama, filament harus disimpan dengan benar untuk menghindari penyerapan kelembaban. Kelembaban dapat mempengaruhi kualitas filament dan menyebabkan masalah selama proses pencetakan. Disarankan untuk menyimpan filament dalam kemasan kedap udara atau wadah kering.

Sebelum menggunakan filament, penting untuk memastikan bahwa printer sudah dikalibrasi dan diatur dengan benar. Ini meliputi pemeriksaan plat cetak, penyesuaian kecepatan pencetakan, suhu ekstrusi yang tepat, dan penyejajaran kepala printer yang benar. Pengaturan yang salah dapat menyebabkan kesalahan cetak atau kualitas cetak yang buruk.

Secara keseluruhan, filament adalah komponen penting dalam 3D printing yang berkontribusi pada keberhasilan proses pencetakan. Pemilihan filament yang tepat sesuai dengan kebutuhan penggunaan, serta penyimpanan dan persiapan yang benar sebelum mencetak, adalah aspek penting yang harus diperhatikan.

Jenis Filamen 3D yang Umum Digunakan

  1. PLA (Polyactic Acid) – Sebuah filament yang ramah lingkungan, mudah dicetak, dan memiliki kekuatan yang baik.
  2. ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) – Sebuah filament yang tahan terhadap panas dan benturan, sering digunakan dalam aplikasi industri.
  3. PETG (Polyethylene Terephthalate Glycol) – Sebuah filament yang kuat, tahan terhadap benturan, dan transparan.
  4. TPU (Thermoplastic Polyurethane) – Sebuah filament elastis yang tahan terhadap gesekan dan deformasi.
  5. Nylon – Sebuah filament yang kuat, tahan terhadap panas, dan tahan terhadap bahan kimia.
  6. PVA (Polyvinyl Alcohol) – Sebuah filament yang larut dalam air, sering digunakan sebagai bahan pendukung dalam pencetakan 3D.
  7. Woodfill – Sebuah filament yang mengandung serat kayu, memberikan hasil cetakan dengan tampilan dan tekstur kayu.
  8. Carbon – Sebuah filament yang sangat kuat, ringan, dan tahan terhadap panas. Biasanya digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan kekuatan tambahan.

PLA (Polylactic Acid) – Filamen paling populer untuk pencetakan 3D di sektor hobi

PLA (Polylactic Acid) adalah salah satu jenis filament yang paling populer digunakan dalam pencetakan 3D. Filament ini terbuat dari bahan alami seperti jagung atau tebu, yang membuatnya ramah lingkungan dan mudah terurai. PLA memiliki suhu cetak yang relatif rendah, sekitar 180-220°C, tergantung pada mesin pencetak 3D yang digunakan. Hal ini memungkinkan pemula untuk dengan mudah menggunakannya tanpa perlu mengatur suhu yang rumit.

Untuk mencapai hasil cetakan yang optimal, beberapa printer 3D dilengkapi dengan platform pemanas. Namun, PLA dapat dicetak pada platform yang tidak dipanaskan dengan hasil yang masih baik. Namun, jika Anda ingin mencetak objek yang besar atau memiliki area permukaan yang besar, menggunakan platform pemanas dapat membantu mencegah penyusutan atau deformasi pada objek.

Umhausung atau penutup cetakan tidak diperlukan saat mencetak dengan PLA. Filament ini tidak mengeluarkan gas berbahaya saat dipanaskan, sehingga ventilasi yang ekstra tidak diperlukan. Namun, jika Anda mencetak dengan filament lain yang memerlukan suhu cetak yang lebih tinggi, seperti ABS, penutup cetakan mungkin diperlukan untuk menjaga suhu tetap stabil dan mengurangi penyusutan.

Anda tidak perlu menggunakan nozzle khusus saat mencetak dengan PLA. Untuk mencetak filamen ini dengan hasil yang baik, nosel standar yang terbuat dari baja tahan karat atau kuningan sudah cukup. Namun, penting untuk menjaga nozzle tetap bersih dan tidak tersumbat agar hasil cetakan tetap bagus.

Filamen ABS murah dengan sifat yang sangat baik

ABS (Acrylnitril-Butadien-Styrol) adalah bahan filament yang luas digunakan dalam industri pencetakan 3D. Ia ditandai dengan stabilitas dan daya tahan yang baik, sehingga ideal digunakan dalam prototipe fungsional dan produk akhir.

Suhu cetak untuk ABS biasanya berkisar antara 220°C sampai 250°C. Ini berarti bahwa printer 3D yang dapat mencetak ABS membutuhkan daya pemanasan yang tinggi dan pengaturan suhu yang dapat diandalkan. Papan cetak yang dipanaskan diperlukan dalam sebagian besar kasus untuk menjaga suhu ABS selama proses pencetakan agar tetap konstan dan meminimalkan risiko deformasi dan penggelembungan.

Selain itu, sebuah penutup untuk printer mungkin disarankan untuk memastikan distribusi panas yang merata selama proses pencetakan dan mengurangi risiko retak dan pergeseran pada objek yang dicetak. Penutup juga dapat membantu melindungi lingkungan cetakan dari angin dan fluktuasi suhu, yang dapat meningkatkan kualitas pencetakan.

Dalam hal nosel, biasanya disarankan untuk menggunakan nosel khusus yang terbuat dari baja tahan karat atau komposisi material tahan aus lainnya. Hal ini karena filament ABS cenderung lebih cepat mengikis nosel dibandingkan dengan bahan filament lainnya. Nosel khusus dapat memperpanjang umur nosel dan memastikan kualitas pencetakan yang konsisten.

Filament PETG: Bahan serbaguna untuk pencetakan 3D

PETG (Polyethylene Terephthalate Glycol) adalah filament yang banyak digunakan untuk pencetakan 3D karena keanekaragaman dan sifat mekanik yang sangat baik. PETG memiliki ketahanan benturan yang tinggi, fleksibilitas yang baik, dan tahan suhu tinggi.

Suhu pencetakan untuk PETG biasanya berkisar antara 220 hingga 250 derajat Celsius. Penting untuk menemukan suhu yang optimal untuk filament tertentu karena suhu yang terlalu rendah dapat menyebabkan lapisan yang buruk, sedangkan suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan masalah peleburan. Pengaturan suhu yang tepat sangat penting untuk mendapatkan hasil cetakan berkualitas tinggi dengan PETG.

Berbeda dengan beberapa filament lainnya, PETG biasanya tidak memerlukan papan cetak yang dipanaskan. Penempelan pada papan cetak yang dingin biasanya sudah cukup untuk mencegah distorsi dan lepas selama proses pencetakan. Namun, papan cetak yang dipanaskan dapat bermanfaat dalam pengaturan pencetakan tertentu dan aplikasi khusus, terutama ketika penempelan yang lebih kuat diperlukan.

Penggunaan kotak penutup tidak wajib saat mencetak dengan PETG, tetapi dapat membantu dalam beberapa kasus. Kotak penutup dapat menstabilkan kondisi pencetakan dan meningkatkan distribusi panas, yang dapat menghasilkan cetakan yang lebih baik. Terutama untuk cetakan besar atau model yang kompleks, kotak penutup dapat membantu mengurangi deformasi dan penyusutan.

Pada umumnya, penggunaan PETG tidak memerlukan nozzle khusus. Nozzle standar dengan diameter 0,4 mm dapat digunakan dalam kebanyakan kasus. Namun, penting untuk menjaga nozzle tetap bersih dan bebas dari kontaminasi untuk memastikan ekstrusi yang merata dan hasil cetakan yang berkualitas tinggi.

Filament TPU: Bahan Fleksibel untuk Cetak 3D

TPU (Thermoplastik Polyuretan) adalah filament yang ditandai dengan fleksibilitas dan elastisitasnya. Ini sangat cocok untuk aplikasi di mana kekakuan dan penyerap kejut tertentu diperlukan. TPU dapat diproduksi dalam berbagai tingkat kekerasan, menjadikannya bahan serbaguna untuk pencetakan 3D.

Suhu cetak untuk TPU biasanya berkisar antara 200 hingga 230 derajat Celsius. Disarankan untuk secara perlahan meningkatkan suhu cetak untuk menghindari deformasi atau overheating. Perluasan pemanas diperlukan untuk mencetak TPU dengan sukses, karena membantu memastikan adhesi bahan yang merata pada piring cetak.

Pembungkus tidak mutlak diperlukan untuk mencetak dengan TPU. Namun, pembungkus dapat membantu menjaga lingkungan cetak tetap konstan dan mengurangi risiko warping dan deformasi. Ini sangat penting saat mencetak objek besar atau kompleks.

Disarankan untuk menggunakan nozzle khusus dengan diameter yang lebih besar saat mencetak dengan TPU. Nozzle yang lebih besar memungkinkan aliran bahan yang merata dan mencegah penyumbatan. Nozzle dengan diameter 0,4 mm atau lebih besar cocok untuk mencetak dengan TPU.

Filament ‘Nylon’: Bahan serbaguna untuk pencetakan 3D

Nylon adalah salah satu bahan yang paling populer untuk pencetakan 3D karena sifat dan kemampuan aplikasinya yang serbaguna. Bahan ini ditandai dengan kekuatan, daya tahan, dan fleksibilitas tinggi, menjadikannya pilihan ideal untuk prototipe dan produk akhir yang fungsional.

Suhu pencetakan untuk Nylon umumnya berkisar antara 220 hingga 250 derajat Celsius. Penting untuk mengatur suhu yang tepat untuk mencapai hasil terbaik. Pengendalian suhu pencetakan yang akurat sangat penting untuk menghindari deformasi dan penumpukan bahan.

Biasanya, perlukan pemanas di tempat pencetakan untuk mencetak Nylon dengan sukses. Pemanasan tempat pencetakan dapat meningkatkan daya lekat filament, menghasilkan daya lekat yang lebih baik dan mengurangi deformasi selama proses pencetakan. Disarankan untuk memanaskan tempat pencetakan pada suhu sekitar 70 hingga 100 derajat Celsius.

Selain itu, dianjurkan untuk menggunakan tempat pencetakan yang tertutup saat menggunakan Nylon. Penutup tempat pencetakan membantu menjaga suhu lingkungan pencetakan tetap hangat dan mengurangi fluktuasi suhu. Hal ini penting untuk mencegah deformasi dan retak pada objek yang dicetak. Lingkungan tertutup juga membantu menjaga pendinginan yang merata dan menjaga stabilitas proses pencetakan.

Untuk mencetak dengan Nylon, disarankan untuk menggunakan nozzle khusus dengan lubang yang lebih besar. Nylon memiliki viskositas yang tinggi, oleh karena itu nozzle yang lebih besar lebih cocok untuk memastikan aliran filament yang lancar. Nozzle dengan lubang berukuran 0,4 hingga 0,6 mm merupakan pilihan yang baik untuk pencetakan dengan Nylon.

Filament PVA: Sifat-sifat Cetak dan Persyaratan

Filament PVA (Polyvinyl Alcohol) adalah bahan populer dalam pencetakan 3D yang dikenal karena sifatnya yang larut dalam air. Ini sering digunakan sebagai bahan pendukung untuk desain yang kompleks karena mudah larut dan tidak meninggalkan residu. Sebelum mencetak dengan PVA, penting untuk mengetahui pengaturan pencetakan yang tepat.

Suhu cetak untuk PVA biasanya berkisar antara 180°C dan 220°C. Namun, disarankan untuk memeriksa rekomendasi produsen yang tepat, karena suhu yang tepat dapat bervariasi tergantung pada mereknya. Suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan perubahan warna atau deformasi pada bahan, sedangkan suhu yang terlalu rendah dapat menyebabkan masalah pelekatan pada pelat cetak.

Pelat cetak yang dipanaskan biasanya diperlukan untuk memastikan pelekatan yang baik pada filament PVA. Karena PVA menyusut pada suhu yang lebih rendah, pelat cetak yang dipanaskan dapat membantu mencapai pelekatan yang diperlukan dan mengurangi deformasi. Disarankan untuk mengatur suhu pelat cetak antara 50°C dan 60°C untuk hasil yang optimal.

Umumnya, tidak diperlukan kotak penutup saat mencetak dengan PVA. Bahan ini relatif tahan terhadap kelembaban dan dapat disimpan dan digunakan dengan baik dalam kondisi ruangan biasa. Namun, jika Anda bekerja di lingkungan dengan kelembaban udara yang tinggi, menggunakan kotak penutup dapat membantu melindungi filament dari kelembaban dan meningkatkan kualitas cetakan.

Tidak diperlukan nozzle khusus untuk mencetak dengan PVA. Nozzle standar berbahan kuningan atau stainless steel dengan diameter 0,4 mm biasanya sudah cukup. Namun, disarankan untuk membersihkan nozzle sebelum mencetak untuk menghilangkan kontaminasi atau residu yang mungkin ada dan memastikan ekstrusi filament yang lancar.

Filament ‘Woodfill’: Sentuhan alami untuk proyek cetak 3D Anda

Filament ‘Woodfill’ adalah pilihan inovatif bagi mereka yang ingin memberikan tampilan alami dan organik pada cetakan 3D mereka. Filament ini terbuat dari PLA (Polylactid) dan mengandung serat kayu yang memberikan tampilan dan tekstur kayu yang unik. Ini adalah pilihan yang bagus untuk proyek-proyek seperti furnitur, dekorasi, atau prototipe di mana tampilan alami diinginkan.

Suhu cetak untuk filament ‘Woodfill’ biasanya berkisar antara 190 hingga 220 derajat Celsius. Penting untuk mengatur suhu cetak dengan tepat untuk hasil yang optimal. Suhu yang terlalu rendah dapat menyebabkan lemahnya daya rekat dan lapisan yang buruk, sedangkan suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan perubahan warna atau deformasi pada bahan. Oleh karena itu, disarankan untuk memperhatikan suhu cetak yang direkomendasikan oleh produsen.

Tidak ada kebutuhan yang mutlak untuk menggunakan papan cetak yang dipanaskan saat mencetak dengan filament ‘Woodfill’, tetapi ini dapat direkomendasikan. Papan cetak yang dipanaskan akan memberikan distribusi panas yang merata dan daya rekat yang lebih baik pada papan cetak. Hal ini dapat bermanfaat terutama saat mencetak objek yang lebih besar dan kompleks untuk mengurangi risiko deformasi selama proses cetak. Disarankan untuk mengatur suhu papan cetak sekitar 50 hingga 60 derajat Celsius untuk hasil yang optimal.

Tidak diperlukan penutup saat mencetak dengan filament ‘Woodfill’. Bahan ini memiliki daya rekat yang baik pada sebagian besar papan cetak dan tidak cenderung menyusut selama proses cetak. Namun, menggunakan penutup dapat menstabilkan proses cetak dan mengontrol suhu cetak dengan lebih baik, terutama di lingkungan dengan suhu ruangan yang lebih rendah. Disarankan untuk menutup area cetak untuk menghindari aliran udara atau fluktuasi suhu yang berlebihan.

Untuk mencetak dengan filament ‘Woodfill’, disarankan untuk menggunakan nozzle khusus yang memiliki lubang yang lebih besar dan permukaan dalam yang halus. Hal ini memungkinkan kontrol aliran bahan yang lebih baik dan mencegah penyumbatan atau penggumpalan filament selama proses cetak. Disarankan untuk menggunakan

Filament ‘Carbon’: Suhu Cetak, Perlunya Heatbed, Penutup dan Nozzle Khusus

Filament ‘Karbon’ adalah bahan berkinerja tinggi yang semakin populer dalam industri pencetakan 3D. Filament ini ditandai dengan kekuatan, kekakuan, dan ketahanan panas dan bahan kimia yang tinggi. Suhu cetak untuk filament karbon biasanya berkisar antara 230 hingga 260 derajat Celsius. Penting untuk memperhatikan rekomendasi khusus dari produsen filament karena suhu cetak dapat bervariasi tergantung pada merek dan jenis filament karbon yang digunakan.

Heatbed yang dipanaskan biasanya diperlukan untuk memastikan adhesi yang baik dan meminimalkan warping saat proses pencetakan. Suhu yang disarankan untuk heatbed biasanya berkisar antara 60 hingga 80 derajat Celsius. Heatbed yang dipanaskan membantu memanaskan filament secara merata dan mengurangi deformasi. Hal ini sangat penting saat mencetak objek yang lebih besar atau menggunakan filament karbon dengan densitas yang lebih tinggi.

Penutup atau enclosure juga dapat diperlukan untuk meningkatkan kualitas cetakan dari filament karbon. Penutup membantu menjaga suhu lingkungan cetak tetap stabil dan mengurangi fluktuasi suhu. Hal ini penting untuk menghindari distorsi dan retakan selama proses pencetakan. Lingkungan yang tertutup juga memungkinkan kontrol kelembaban udara yang lebih baik, yang dapat memengaruhi kualitas objek yang dicetak.

Ketika menggunakan filament karbon, disarankan untuk menggunakan nozzle khusus yang terbuat dari baja yang telah dihardening atau paduan tahan aus lainnya. Filament karbon lebih abrasif dibandingkan dengan filament konvensional seperti PLA atau ABS karena penguatan seratnya. Oleh karena itu, penggunaan nozzle khusus dianjurkan untuk memastikan umur nozzle yang lebih lama dan menghindari penyumbatan.

Natürlich, hier ist eine Tabelle mit den Informationen zu den verschiedenen Filamenten:

Jenis filamentitik leburKeuntunganKekuranganPenggunaan Terbaik
PLA180°C – 220°CRamah lingkungan, mudah dicetak, mudah terurai, beragam warnaTahan suhu rendah, tidak tahan panasPrototipe, model pengajaran, proyek seni dan hobi
ABS210°C – 250°CKekuatan tinggi, tahan terhadap panas dan bahan kimiaEmisi tinggi, masalah lengkungan, diperlukan alas cetak berpemanasPrototipe fungsional, komponen mekanis, aplikasi luar ruangan
PETG220°C – 250°CResistensi dampak tinggi, dapat digunakan transparan atau berwarnaFleksibilitas rendah, kurang kuat dibandingkan material lainnyaBagian mekanis, kemasan makanan, kotak transparan
Fiber Karbon240°C – 260°CRingan, sangat kuat dan kaku, rasio kekuatan dan berat yang tinggiMahal, keausan nozzle, lebih sulit dicetakSuku cadang pesawat dan mobil, prototipe fungsional
serat kaca215°C – 245°CKuat, kaku, stabilitas termalKeausan nosel, kurang kuat dibandingkan serat karbonStruktur yang kokoh, konstruksi alat dan prototipe
Nylon220°C – 250°CFleksibel, tahan abrasi, tahan bahan kimiaPenyerapan kelembapan yang tinggi, memerlukan alas cetak yang dipanaskanBagian yang kuat dan fleksibel yang memerlukan ketahanan
PVAUnter 200°CDapat terurai secara hayati, larut dalam airRentan terhadap kelembaban, mempengaruhi bahan utamaStruktur pendukung untuk cetakan 3D yang rumit, mudah dilepas
TPU190°C – 230°CFleksibel, kuat, elastisLebih sulit untuk dicetak, rawan merangkai dan berubah bentukBagian elastis, segel, sol sepatu
Kayu175°C – 250°CPenampilan dan tekstur seperti kayu, berbau dan hangat, ramah lingkunganKecenderungan keausan nosel, penyerapan air lebih tinggiAplikasi dekoratif, prototipe dengan tampilan kayu
Logam (misalnya tembaga, perunggu)Tergantung pada bahannyaPenampilan logam, kekuatan, konduktivitas termalKeausan nosel, kesulitan pencetakan, biaya lebih tinggiBagian dekoratif, prototipe dengan tampilan metalik
PHA150°C – 180°CBiodegradable, kekuatan yang baikBiaya lebih tinggi, kurang elastis dibandingkan PLAAplikasi ramah lingkungan, komponen biodegradable
lilinRendahMelebur, penyusutan rendah, mudah dikerjakan ulangTidak stabil pada suhu tinggi, kekuatan rendahBentuk yang hilang, pembuatan prototipe yang cepat
Ikhtisar filamen terpenting untuk pencetakan 3D.

Faktor-Faktor Penting dalam Memilih Filamen

Memilih filamen yang tepat adalah hal yang penting dalam mencapai hasil cetakan 3D yang berkualitas. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih filamen yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Pertama, jenis material filamen adalah faktor penting yang harus dipertimbangkan. Terdapat berbagai jenis material yang dapat digunakan dalam mencetak 3D, seperti PLA, ABS, PETG, dan banyak lagi. Setiap jenis material memiliki karakteristik yang berbeda, seperti kekuatan, ketahanan terhadap suhu, dan fleksibilitas. Oleh karena itu, penting untuk memilih jenis material filamen yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Selain jenis material, faktor lain yang perlu diperhatikan adalah diameter filamen. Diameter filamen yang tepat akan mempengaruhi keakuratan cetakan 3D. Umumnya, filamen 3D memiliki diameter antara 1,75 mm hingga 2,85 mm. Pastikan untuk memeriksa spesifikasi printer Anda untuk mengetahui diameter filamen yang sesuai.

Kualitas filamen juga merupakan faktor penting dalam memilih filamen yang tepat. Filamen yang berkualitas rendah dapat menyebabkan masalah seperti cetakan yang buruk, penutupan nozzle, atau bahkan kerusakan pada printer 3D. Pastikan untuk memilih filamen yang diproduksi oleh produsen terpercaya dan memiliki reputasi baik.

Terakhir, pertimbangkan juga warna dan finishing filamen. Pilihan warna yang tepat dapat memberikan hasil cetakan 3D yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan Anda. Selain itu, beberapa filamen juga memiliki finishing spesial, seperti filamen yang berkilau atau berbahan dasar kayu. Pilihlah filamen yang sesuai dengan proyek cetakan 3D Anda.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *